Sabtu, 04 Juli 2015

PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK MELALUI PERMAINAN KREATIF

RESUME ; MODUL 8
Urgensi dan Peranan Guru dalam Permainan Kreatif

A.      Pengertian Permainan Kreatif
Permainan Kreatif adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang digunakan sebagai pijakan bagi model kurikulum permainan kreatif yang menekankan pentingnya perkembangan kreativitas dan peranan permainan untuk membantu perkembangan anak melalui kegiatan yang integrasi, interaksi dengan lingkungan dan permainan.
Pendekatan permainan kreatif juga berhubungan erat dengan potensi kreatif yang dimiliki tiap anak. Menurut Tegano (1991) seperti yang dikutip oleh Catron dan Allen dalam bukunya Early Curriculum, A Creative Play Model, Potensi kreatif anak dapat dilihat dari 2 sisi yaitu karakteristik kognitif dan kepribadian.
v Karakteristik Kognitif, meliputi :
1.     Fantasi
2.     Berfikir divergen
3.     Rasa ingin tahu
4.     Berfikir Metafosik
v Karakteristik Kepribadian, meliputi :
1.       Karakteristik kreatif
2.       Tidak terikat dengan kelaziman /konvensi yang berlaku, dimana anak berorientasi pada sesuatu yang asli, baru, dan luwes.
3.       Berani mengambil resiko
4.       Motivasi tinggi.

B.      Peranan Permainan Kreatif Bagi Pengembangan Fisik Motorik
Lingkungan bermain yang terbuka dan menantang motorik anak akan memacu perkembangan dari gerakan lokimotor (gerak anak untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain) dan non lokomotor (gerakan di lingkungannya tanpa berpindah-pindah). Kegiatan bermain manipulatif dengan berbagai alat permainan yang makin rumit juga akan mengembangkan motorik halus anak, terutama dalam koordinasi mata tangan/ mata kaki.

C.      Peranan Guru Dalam Permainan Kreatif
Guru berperan penting dalam memotivasi proses kreatifitas anak, antara lain dengan cara :
F Memberi kesempatan pada anak untuk melakukan kegiatan atas inisiatif sendiri.
F Memperhatikan dan memberikan ganjaran terhadap gagasan anak.
F Tidak kaget dengan gagasan anak yang unik/ aneh.
F Memberikan suasana yang aman dan bebas hukum.
F Memberikan pengarahan seperlunya.
F Tidak terburu-buru memberikan penilaian; dan
F Memfasilitasi curah pendapat agar tiap anak dapat menyampaikan gagasan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar