Minggu, 05 Juli 2015

Disiplin Keras Berbahaya Bagi Perkembangan Jiwa Anak

     
      Banyak orangtua yang berpikir bahwa dengan cara disiplin keras, anak akan mudah menurut. Memang, ketika anak dibentak atau dipukul, perbuatan nakal akan berhenti seketika karena anak takut atau kesakitan. Tetapi, biasanya anak akan mengulanginya lagi, bahkan pada hari yang sama. Cara seperti ini memang tidak dapat membuat anak merasa bersalah, sehingga dapat membuat hati nurani anak menjadi tumpul. Padahal, hati nurani adalah instrumen yang amat penting, tempat tumbuhnya rasa penyesalan ketika telah berbuat salah sehingga tidak mau mengulanginya lagi.
      Berikut ini adalah penjelasan tentang cara disiplin keras dapat berbahaya bagi perkembangan jiwa anak :

  1. Anak yang biasa duperlakukan dengan keras akan belajar bahwa kekerasan dapat dipakai untuk mendapatkan sesuatu. Apabila dia merasa memiliki kekuasaan, misalnya dihadapan adiknya, atau juniornya, dia akan melakukan hal yang sama seperti yang diajarkan oleh orangtuanya.
  2. Ketika anak dibentak atau dipukul, tidak akan timbul rasa bersalah dalam dirinya, melainkan perasaan marah dan dendam. Cara ini tidak memberikan peluang baginya untuk merenungkan kesalahannya.
  3. Anak berpikir bahwa bentakan atau pukulan adalah "harga" yang telah dia bayar karena perbuatannya. Seperti halnya orang yang telah membayar hutang. Anak akan merasa sudah membayar kesalahannya, sehingga tidak perlu merasa bersalah lagi. Padahal rasa bersalah dan penyesalan adalah motivasi yang paling kuat untuk memperbaiki diri.
  4. Apabila orangtua memilih cara disiplin ini, orangtua akan bergantung pada cara bentakan dan pukulan. Sehingga, orangtua tidak bisa untuk memerapkan cara lain yang lebih produktif, yang dapat membuat anak menjadi manusia berkepribadian sehat.
  5. Cara kekerasan akan melukai hubungan orangtua dan anak. Orangtua sering merasa bersalah dengan cara ini, tetapi dia tidak bisa mencegah dirinya melakukannya. Anak akan menganggap orangtuanya menakutkan, dan bukan figur yang layak dicintai dan dihormati.
     Renungan: Sebetulnya, anak yang bandel, adalah karena kesalahan orangtuanya dalam mendidik, karena menerapkan cara yang otoriter, galak dan tanpa kompromi. Seorang anak yang sejak kecil sudah terbiasa disuruh dengan bentakan, maka tanpa bentakan, anak akan sulit menuruti perintah orangtuanya. Bahkan, semakin lama anak tersebut memerlukan "dosis" yang lebih tinggi lagi, yaitu dengan bentakan yang lebih keras, cubitan atau pukulan agar patuh. " Anak yang merasa dihargai akan tumbuh rasa percaya dirinya, sehingga ia akan tumbuh menjadi pribadi yang bisa menghargai orang lain" . Mari belajar bersama.... Semoga bermanfaat....
       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar