Sabtu, 04 Juli 2015

Delapan Dampak Negatif Kekerasan Pada Anak

     
        Hati yang keras berawal dari kekerasan pula. kekerasan yang sering dilakukan pada anak baik secara verbal ( kata-kata ), fisik ( pukulan, cubitan dan sejenisnya ) dan emosional ( tidak memberikan kasih sayang dan perhatian cukup ) jelas akan berdampak buruk pada perkembangan psikologis anak. Biasanya kekerasan tersebut dilakukan dengan berdalih bahwa orangtua/pengasuh ingin memberikan pelajaran pada anak-anak mereka, padahal sebenarnya para orangtua tersebut sedang mewarisi pola perilaku atau budaya kekerasan pada anak-anaknnya.

       Tahukah anda bahwa tidak pernah sedikitpun terlintas dalam benak setiap anak untuk membuat orangtuanya kesal apalagi marah. Apa yang dilakukan anak pada dasarnya hanyalah proses alami yang dimiliki tiap anak untuk berusaha mendekatkan diri pada orangtuanya dan mendapatkan kasih sayang.
       
       Berikut ini adalah  8 Dampak Negatif Kekerasan Pada Anak :
  1. Menumpulkan hati nurani. Anak bisa melakukan kekerasan juga pada temannya, meningkatkan kenakalan anak, anak senang mengejek dan menindas teman yang lemah, senang menonton tayangan kekerasan, merusak hubungan antara orangtua dan anak, dan meningkatkan perilaku kekerasan dan kriminal saat dewasa nanti.
  2. Terlibat perbuatan kriminal. Semakin kasar orangtua memperlakukan anaknya, maka semakin parah tingkat kekerasan yang dilakukan anak kelak.
  3. Gemar melakukan teror dan ancaman. Anak yang mengalami penderitaan karena kekerasan akan menyimpan kemarahan dan rasa ingin balas dendam.
  4. Anak menjadi pembohong. Anak yang sering dipukul hilang kepercayaannya pada orangtua dan juga tumbuh sebagai pribadi yang sulit percaya pada orang lain, penuh curiga, dan sulit memberikan cinta pada orang lain.
  5. Anak rendah diri. Ketika dipukul anak merasa ditolak orangtuanya, dan ini membuatnya merasa sangat terhina, sehingga ia akan mengecilkan atau membenci dirinya.
  6. Kelainan perilaku seksual. Merasa tubuhnya tak berharga, anak bisa mudah diperlakukan tak senonoh.
  7. Mengganggu pertumbuhan otak. Anak yang sering merasa ketakutan, terancam, dan mempunyai pengalaman menakutkan, fungsi batang otak dan otak tengah lebih dominan ( disebut juga otak reptil karena mengeluarkan sifat-sifat hewani ).
  8. Prestasi belajar anak rendah. Anak yang sering mendapatkan kekerasan dirumah,  biasanya bermasalah di sekolah. Pertumbuhan bagian otak reptil yang lebih berperan membuat bagian otak limbic dan korteks tidak bekerja, sehingga anak tidak bisa berpikir jernih dan proses belajarpun terhambat.
    Anak adalah titipan dan harta yang tak ternilai harganya. Hendaknya kita merawat dengan cara pengasuhan yang baik serta tepat . Mari belajar bersama.....Semoga bermanfaat..... 

Sumber referensi : Menyemai Benih Karakter Anak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar