MODUL 12
KEGIATAN BELAJAR 1
Rancangan Program Pengembangan
Fisik
A. Ruang
Lingkup Pengembangan Fisik Motorik
Setiap
gerakan anak sebenarnya melibatkan 3 (tiga) unsur penting yaitu otot, otak dan
syaraf. Jika salah satu dari ketiga unsure tersebut ta berfungsi dengan baik
maka gerakan yang dihasilkan juga tidak akan bermakna / tidak terjadi gerakan
sama sekali.
1.
Lingkup pengembangan motorik kasar
Motorik kasar adalah gerakan fisik yang melibatkan otot-otot
besar seperti otot lengan, kaki dan leher. Ada 3 jenis gerakan yang dapat
dilakukan dalam motorik kasar yaitu :
a.
Gerak lokomotor
Adalah aktivitas gerakan dengan cara memindahkan tubuh dari
satu tempat ketempat lain. Yang termasuk gerakan lokomotor adalah :
-
Melangkah yaitu memindahkan tubuh
dari satu tempat ketempat lain dengan menggerakan salah satu kaki kedepan,
belakang, samping/serong.
-
Berjalan yaitu memindahkan tubuh dari
satu tempat ketempat lain dengan melangkahkan kaki berulang-ulang dan
bergantian.
-
Berlari yaitu mirip berjalan namun
dengan jangkauan yang lebih jauh dan ada waktu.
-
Melompat yaitu memindahkan tubuh
kedepan dengan betumpu pada salah satu kaki dan mendarat dengan dua kaki.
-
Meloncat yaitu memindahkan tubuh
kedepan / keatas dengan bertumpu pada kedua kaki dan mendarat dengan kedua
kaki.
-
Merangkak yaitu menggerakan tubuh
dengan bertumpu pada telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki.
-
Merayap yaitu menggerakkan tubuh
dengan bertumpu pada telapak tangan sampai siku dan badan bagian depan.
-
Berjingkat yaitu memindahkan tubuh
kedepan dengan cara bertumpu pada salah satu kaki.
-
Berguling yaitu memnindahkan tubuh
dari satu tempat ketempat lain merebahkan diri dari menggulingkan badan.
b.
Gerak non lokomotor
Adalah aktivitas / tindakan dengan tidak memindahkan tubuh
dari satu tempat ketempat lain. Contoh gerak lokomotor adalah :
-
Gerakan-gerakan memutar tubuh atau
bagian-bagian tubuh (kepala, lengan, pinggang, kedua lutut)
-
Menekuk atau membungkukan tubuh
seperti gerakan bangun tidur, duduk, dan membungkuk.
-
Latihan keseimbangan sperti sikap
lilin, gerak pesawat.
c.
Gerak manipulative
Adalah aktivitas yang dilakukan tubuh dengan bantuan alat
contoh melempar, menangkap, menggiring dll.
Dalam buku A Child Word Infancy Through Ado Lescence
pengembangan keterampilan motorik kasar pada anak usia 3 sampai 5 tahun
diuraikan sebagai berikut :
a.
Usia 3 tahun
1.)
Tidak dapat berbelok, berhenti
dengan tiba-tiba/ dengan cepat
2.)
Melompat dengan dua kaki pada jarak
15-20 cm
3.)
Naik tangga tanpa dibantu dengan
menggunakan kaki secara bergantian
4.)
Dapat melompat sesuai urutan
b.
Usia 4 tahun
1.)
Dapat lebih efektif mengontrol
gerakan untuk berhenti
2.)
Dapat melompat dengan jarak 20-25
cm
3.)
Dapat menuruni tangga engan
bergantian dengan sedikit
c.
Usia 5 tahun
1.)
Mulai dapat berbelok dan berhenti
secara efektif dalam permainan
2.)
Dapat berlari sambil melompat
dengan jarak + 25-30 cm
3.)
Dapat menuruni tangga dengan kaki
bergantian tanpa dibantu
4.)
Melompat dengan mudah dengan jarak +
30 cm
2.
Lingkup pengemabgan motorik halus
Motorik halus adalah gerakan-gerakan tubuh yang melibatkan
otot-otot kecil misalnya otot-otot jari tangan otot muka dll. Beberapa gerakan
yang dapat dimasukan dalam gerakan motorik halus misalnya menggunting, merobek,
menggenggam tertawa dsb.
Tahap perkembangan menulis/coretan anak yang dapat di
gambarkan sbb:
a.
Tahap mencoret / membuat goresan
(scribbling stage)
Anak akan mulai membuat tanda-tanda dengan menggunakan
alat-alat tulis
b.
Tahap pengulangan scara linear
(linear repetitive stage)
Anak menelusuri bentuk tulisan secara horizontal
c.
Tahap menulis secara random (random
letter stage)
Anak belajar tentang berbagai bentuk yang dapat diterima
sebagai suatu tulisan dan menggunakan semua itu agar dapat mengulang kata.
d.
Tahap menulis tulisan nama (letter
name writing or phonetic writing)
Anak mulai menyusun hubungan antara tulisan dan bunyi.
Gerakan motorik halus yang lain adalah menggambar, yang juga
akan berkembang sesuai tingkat usia. Pendapat dari lowenfeld yang menguraikan
karakteristik menggambar untuk anak usia 2-7 tahun sebagai berikut:
a.
Usia 2-4 tahun
1.)
Aktivitas motorik menggunakan otot
besar dengan gerakan dari bahu yaitu:
a.)
Senag begerak
b.)
Menggenggam benda dengan sluruh
tangan
c.)
Mengayun lngan dengan garis lurus
d.)
Memalingkan muka ketika
mencoret-coret
2.)
Penilaian yang lebih kecil berupa :
a.)
Mengulang-ulang gerakan
b.)
Mengamati coretan-coretannya ketika
menggambar
c.)
Menggunakan gerakan pada telapak
tangan
d.)
Dapat meniru bentuk lingkaran
3.)
Menghubungkan nilai-nilai untuk mengetahui
sesuatu berupa :
a.)
Mampu membuat variasi garis dengan
lebih baik dan
b.)
Menyisipkan benda-benda diantara
garis-garis
c.)
Mengidentifikasi pergantian subjek
dalam proses meenggambar dan
d.)
Mampu memusatkan perhatian untuk
waktu yang lebih lama
b.
Usia 4-7 tahun
1.)
Membentuk sesuatu dari bentuk
geometri
2.)
Penempatan dan ukuran pada objek
berbeda dengan subjek
3.)
Objek gambar tidak berhubungan
antara satu dengan yang lain
4.)
Seni merupakan komunikasi dengan
dirinya sendiri
5.)
Dapat mengetahui objek melalui
catalog
6.)
Dapat meniru segi empat, segi tiga,
dan segi lima
B.
Pengembangan fisik motorik pada
kurikulum 2004
Kurikulum TK 2004 memuat pengembangan fisik motorik sebagai
salah satu program yang wajib dikembangkan oleh guru TK. Berbeda dengan
kurikulum 1994 yang secara jelas memisahkan pengembangan motorik halus (dikenal
dengan keterampilan) dengan motorik kasar (dikenal dengan jasmani) pada
kurikulum 2004 tidak ada pemisahan yang nyata antara kedua jenis motorik
tersebut. Kita perlu menggolongkan isi program pengembangan fisik motorik pada
kurikulum 2004 tersebut kedalam dua bagian yaitu motorik halus dan motorik
kasar . gerakan motorik kasar dapat anda bagi lagi kedalam 3 bagian yaitu,
gerakan lokomotor, non lokomotor, dan manipulatife.
C.
Rancangan pogram pengembangan fisik
motorik untuk anak usia 4-6 tahun
Guru perlu menyusun rancangan program kegiatan dengan
sebaik-baiknya agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Dalam menyusun
rancangan program kegiatan pengembangan fisik motorik berikut :
1.
Menentukan tujuan / aspek yang akan
dikembangkan.
Tujuan merupakan sasaran / harapan yang ingin dicapai dalam
kegiatan pengembangan fisik motorik anak.
2.
Pemilihan bentuk kegiatan yang akan
dilaksanakan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mnetukan kegiatan
antara alain :
1.)
Melibatkan seluruh anak untuk dapat
berpartisipasi aktif
2.)
Menyenangkan dan dilakukan melalui
bermain
3.)
Dapat menyalurkan energi dan
aspirasi anak
4.)
Membangkitkan keinginan anak untuk
bereksperimen dan bereksplorasi
5.)
Mendorong anak untuk kreatif
6.)
Tidak membosankan
7.)
Sesuai tingkat perkembangan anak
8.)
Memberikan kebebasan pada anak
untuk mengembangkan kegiatan sesuai dengan imajinasinya.
9.)
Sesuai dengan tema dan lingkungan
anak
3.
Pemilihan alat dan bahan yang akan
digunakan
Pemilihan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran
sebaiknya berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
a.
Sebaiknya bersifat multi guna,
artinya alat tersebut dapat digunakan untuk pengembangan berbagai kemampuan
yang sesuai.
b.
Bahan yang digunakan mudah didapat
dilingkungan sekitar dan murah harganya.
c.
Tidak menggunakan bahan yang
berbahaya bagi anak.
d.
Alat yang digunakan dapat
membangkitkan kreatifitas anak.
e.
Sesuai dengan tujuan dan fungsinya.
f.
Dapat digunakan secara individual,
kelompok maupun klasikal.
g.
Alat dibuat sesuai dengan tingkat
perkembangan anak.
4.
Pemilihan Metode
Metode yang dianggap sesuai dan dapat digunakan antaralain
metode :
a.
Pemberian tugas f. Demonstrasi
b.
Proyek g. Bercerita
c.
Karya wisata h. Sosio Drama
d.
Praktik langsung i.
Bercakap-cakap
e.
Bermain peran
D.
Penerapan program pengembangan
fisik motorik kedalam rancangan program kegiatan Tahunan, Semester, Bulanan,
Mingguan, dan Harian.
Prosedur dalam menyusun program kegiatan mingguan adalah
sebagai berikut :
1.
Lihat kompetensi, hasil belajar dan
indikator pada kurikulum TK/RA
2.
Tentukan indikator mana yang akan
di kembangkan
3.
Tentukan tema dan sub tema untuk
minggu tersebut (tema tergantung masing-masing sekolah)
4.
Tentukan / pilih kegiatan yang
sesuai dengan tema dan indikator
5.
Susun kedalam matriks maupun web
6.
Usahakan agar kegiatan tidak
membosankan dan mulailah dari yang paling mudah menuju ke yang lebih sulit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar